Worth Wearing Tees

posted in: Scribbles Words | 0

Thank’s for visiting The Afietadi’s NeverAvaliable Life web blog! Terima kasih sudah mengunjungi web blog-nya The Afietadi’s! Happy reading my writing about “Worth Wearing Tees”! Selamat membaca tulisanku tentang “Kaos yang Cukup Bernilai untuk Dikenakan”!

Worth Wearing Tees…
Kaos yang Cukup Bernilai untuk Dikenakan…

It’s what I learned from investing in an expensive tees. Ini adalah apa yang aku pelajari setelah membeli kaos yang mahal.

Kaos… [sambil menghela nafas panjang] Kaos atau biasa aku sebut dengan tees, telah banyak dipakai oleh orang-orang yang menurutku sangat keren di bidangnya. Ada si James Dean yang membiarkan para gadis mengenakan tees miliknya ketika sedang membuat para gadis itu lunglai di lututnya, lalu ada si Jane Birkin yang telah membuktikan kalau kaos itu tidak ribet atau mudah dikenakan, dan banyak perempuan penuh inspirasi dari negeri Perancis yang dimana pun mereka berada selalu menambahkan berbagai outfit untuk dikenakan bersama tees mereka.

mamak-kurniawan-worth-wearing-tees-10
mamak-kurniawan-worth-wearing-tees

 

Itulah kenapa aku hingga saat menulis tulisan ini, secara konsisten dibingungkan dengan sejumlah ejekan atau pandangan sebelah mata yang diberikan berulang kali pada sebuah tees yang sangat mahal harganya. Ini seakan-akan mereka tidak memandang sebelah mata pada saat mereka menghabiskan sebagian besar uang mereka untuk membeli sebuah jacket kulit atau tas kulit, tetapi ketika mereka mendengar ada sebuah simple tees warna putih dengan harga jutaan Rupiah, hal itu dianggap sebuah kekonyolan atau suatu hal yang tidak penting. Pertanyaan di pikiran mereka, kenapa harus menghabiskan lebih banyak uang pada sesuatu yang tampak sederhana? Mungkin sebuah cerita pendek yang nyata berikut ini akan menunjukkan jawabannya.

Aku dan sahabatku saat itu sedang ngobrol tentang rutinitas kami pergi ke mini market untuk membeli beberapa obat-obatan dan sebuah pisau cukur yang ada dalam daftar belanja kami. Kami secara bersamaan menertawakan kenyataan bahwa kami tidak membeli kemasan isi ulang pisau cukur [yang harganya sekitar dua ratus ribu Rupiah, tapi dalam jangka panjang membuat lebih hemat secara finansial], malahan kami selalu membeli pisau cukur baru karena harganya lebih murah 50% dari kemasan isu ulangnya.

Hampir sama seperti membeli kemasan isi ulang pisau cukur tersebut [yang aku sangat percaya seharusnya tersedia untuk pembelian secara eceran, tapi ini hanya khayalanku saja], membeli dengan harga mahal sebuah tees yang akan bertahan lebih lama merupakan suatu hal yang cerdas. Untuk menjelaskannya secara matematis [yang seharusnya tidak aku lakukan karena aku sendiri sangat buruk dalam matematika], jika kamu menghabiskan satu juta Rupiah untuk sebuah well-made tees yang bisa bertahan selama lima tahun [mungkin lebih lama lagi], kamu akan menghemat empat juta Rupiah dalam jangka waktu lama dibandingkan jika kamu membeli sebuah tees murah dengan harga 250 ribu Rupiah setiap tiga bulan sekali. Meskipun aku mungkin tidak bisa sepenuhnya menjelaskan kenapa tees tersebut sangat penting, jika karena aku sangat menyukainya, aku akan membelinya.

Tidak seperti sebuah kemeja full print atau celana pendek kain, sebuah tees bisa dikenakan di setiap jenis gaya fashion. Apakah kamu seorang minimalist yang senang mengenakan tees dipadu dengan jeans milikmu atau kamu seorang pecinta model-off-duty yang senang menjadikan tees sebagai pakaian dalam ketika mengenakan moto-jacket dengan model ripped-skinnies, semua orang pasti bisa menemukan tempat untuk sebuah tees di dalam lemari pakaian mereka. Selain itu, tees merupakan salah satu hal yang bisa dikenakan di dalam dan di luar kantor, serta masih banyak hal lagi yang belum bisa aku sampaikan tentang fleksibilitas dalam mengenakan sebuah tees.

Semua hal itu sebenarnya sudah pernah aku dengar sebelumnya, jujur saja aku masih mengalami kebimbangan setiap kali berbelanja secara royal hanya untuk sesuatu yang bisa digulung dan digenggam, yaitu sebuah tees. Bahkan mataku sampai berkaca-kaca ketika aku melihat sebuah tees dengan harga jutaan Rupiah, tetapi setelah aku menyadari bagaimana sebuah well-made tees benar-benar bisa membantu dan bertanggung jawab pada finansialku secara jangka panjang karena tidak mengecewakan atau sekedar tidak luntur ketika pertama kali dicuci, hal itu membuatku menjadi tidak ragu lagi untuk membeli dan setia mengenakan tees yang mahal harganya.

Jadi, bagaimana kamu bisa tahu jika sebuah tees cukup bernilai untuk dibeli? Sebuah label yang mencantumkan harga mahal tidak cukup menjadi alasan untuk sebuah kualitas [at some point, mungkin kita semua sudah belajar tentang hal ini], karena itu aku memastikan pada bahannya dan desainernya, terutama yang aku suka dan aku percaya. Jika kamu suka penampilan yang lebih draped-look, silahkan memilih bahan versi silk-jersey, tetapi jika boxy-shape lebih steeze buatmu, kamu bisa memilih bahan cotton dan variasinya. Aku saat ini sedang berburu tees yang dibuat dengan bahan supima-cotton-jersey, dan itu merupakan salah satu tees mahal impian yang pernah dibuat.

Thank’s for reading my writing! Terima kasih sudah membaca tulisanku!

Please browse this blog entirely to find my other writing, maybe you will find some of my favorite tees that will last, share this blog content on your social media and don’t forget to share your story about expensive tees on the comments section!

Silahkan telusuri seluruh blog ini untuk menemukan tulisanku lainnya, mungkin kamu akan menemukan beberapa tees favoritku yang bertahan lama, silahkan di-share tulisan ini di media sosial dan jangan lupa untuk berbagi ceritamu tentang tees yang mahal melalui kolom komentar di bawah ini!

Ps, if you have question about this content or maybe you want to share your own content, please contact me directly!

NB, jika kamu ada pertanyaan mengenai tulisan ini atau barangkali kamu ingin mengirimkan tulisanmu sendiri, silahkan kontak aku langsung!

 

(Visited 38 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *