Small Place for Tiny House as Sanctuary

posted in: Fiction Stories | 6

Tiny house movement (also known as the “small house movement) adalah sebuah deskripsi untuk arsitektural dan pergerakan sosial yang memperjuangkan dan mendukung manusia hidup sederhana di rumah dengan ukuran kecil, bukan sebagai gelandangan atau sejenisnya.

Sedangkan sanctuary (menurut arti yang sebenarnya) adalah tempat yang suci, sakral seperti tempat-tempat ibadah dan sejenisnya. Lalu dengan adanya penggunaan tempat-tempat seperti itu sebagai tempat perlindungan, akhirnya terjadi perluasan arti, sanctuary menjadi memiliki arti sebagai segala tempat yang memberikan rasa aman, “a place of safety“.

a-place-for-tiny-house-as-sanctuary
a place for tiny house as sanctuary

Awalnya ini adalah “a stack of ideas in my head” yang selalu saja ingin diwujudkan. Setumpuk ide tentang sebidang tempat untuk mendirikan sebuah bangunan rumah dimana hidup yang sederhana bisa dijalani dengan rasa aman. Tapi beginilah jadinya…

Satu tahun lamanya berpindah-pindah dari tahun 2007 dan akhirnya ENDcidential Skateboards Shop menemukan tempat yang cukup bagus untuk memulai segalanya dari awal. Meskipun design interiornya sangat banyak kekurangannya, ENDcidential Skateboards Shop selesai dikerjakan dan tidak lagi “insidentil”.

Ini adalah sebuah “small place” berupa sebuah rumah dua lantai berukuran lebar 5 meter dan panjang 8 meter. Rumah bagian bawah kupergunakan sebagai toko skateboard [di bagian depan] dan dapur serta kamar mandi [di bagian belakang]. Sedangkan rumah bagian atas kupergunakan sebagai studio dan kamar tidur. Rumah ini sebenarnya milik orang lain yang kuambil alih kepemilikannya dengan sedikit memaksa (memaksa keuanganku sendiri) hingga akhirnya aku mengalami guncangan finansial dan terpaksa melepas kepemilikan rumah ini kepada orang lain pada tahun 2009.

Ini terjadi pada tahun 2009. Setelah dua tahun lebih aku meninggalkan rumah nenekku, akhirnya aku harus pulang kembali ke rumah kelahiranku. Di rumah ini aku diberikan sedikit kemerdekaan untuk secara mandiri mengelola sepetak tempat di bagian depan rumah nenekku untuk dijadikan sebagai toko skateboard, yaitu ENDcidential SkateShop.

Tidak ada yang istimewa dengan design interiornya dan bisa dipastikan sangat banyak kekurangannya. Sebab utamanya adalah ENDcidential SkateShop harus berpindah tempat karena permasalahan finansial dan harus bisa beroperasi kembali dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya untuk membantu memulihkan permasalahan finansial. Hampir seperti sebuah proklamasi kemerdekaan, #waktuDANtempo yang #sesingkat-singkatnya, #akakakakks…

small-place-for-a-tiny-house-as-sanctuary
mobile tiny house

 

 

  • Sanctuary Ground Zero (a Room of Morning Call) (RIP 2009 – 2012)

Masih terjadi pada tahun 2009 dan masih…

Lihat ini bukan kebunku yang penuh dengan bunga. Ini kebun palsu dengan warna merah dan putihnya. Tapi berharga setiap harinya. Karena selalu disirami agar selalu indah harganya. #MyFakeOwnGarden.

First chamber or First Sanctuary. Not for me but for they, they, they, those. Who, who, who, which very expensive, very exp. Exchanged with my Own Garden!!! Fuck, fuck, fuck, yeah! Yeah! Yeah! Yeah! Let’s fuck! Pussy, pussy, dick! Dick, dick, pussy, cock! No more, more, more, no, no, no, no, not my Own Garden! It’s my New Sanctuary. Yellow Tent yeah. Yaaah… Yellow Tent!?!? But it’s All in All we’re All!!! This Thing is here! In Yellow Tent yeah!!! Till it gone away and DOOMsday. It’s just, just, just, just it’s! Just my First Chamber or my First Sanctuary.

small-place-for-tiny-house-as-sanctuary
tiny house as sanctuary
  • Second Sanctuary (Light HomeStay) (RIP 2013 – 2014)

Ini hanyalah sebuah kamar kost di kota Jombang “Beriman” yang kujuluki “the Light HomeStay“. Sebuah ruangan kecil yang dengan sederhana kuatur sedemikian rupa untuk menjadi “My Second Sanctuary“. #GelandanganBerbayar. Di ruangan ini aku lebih banyak mengatur dan menyusun barang yang ada.

  • Third Sanctuary (the Very Save Place) (2014 – 2017)

With some purpose I move my Sanctuary again to the third place, a place beside my first Sanctuary place [a Room of Morning Call]. Sama seperti sebelumnya, di ruangan ini aku lebih banyak mengatur dan menyusun barang yang ada dengan hanya membedakan menjadi tiga macam, yaitu logistic, peralatan dan perlengkapan. #DefinisikanSendiri apa perbedaan dari ketiga macam barang tersebut.

small-treehouse-for-tiny-house-as-sanctuary
treehouse for tiny house

Lahir kembali, hidup kembali, reinkarnasi atau apalah istilahnya, yang jelas ini benar-benar direnovasi total seluruh interiornya. Kudesign keseluruhan interior satu demi satu dan aku hanya membatasi menggunakan bahan-bahan dari kayu pinus (kayu Jati Belanda) bekas pallet.

Sayangnya hanya bertahan kurang dari 1,5 tahun lamanya. Setelah itu mengalami transcendence secara total menuju satu ruang dan waktu yang on demand limitless (virtual private server) hingga menyisakan sebuah ruang kosong begitu saja beserta kayu pinusnya.

treehouse-for-tiny-house-as-sanctuary
small treehouse as sanctuary
  • House for Home (my Mother Home) is House of Life Love and Label (2017) (under pressure)

 

(Visited 123 times, 1 visits today)

6 Responses

  1. […] the live for a temporary because the company where the work have a project here. The location of the house for home permanent sanctuary that I’ll build is in this city too. So I decide to move here to continue my plan while I […]

  2. […] Beberapa saat kemudian, anak dan istriku sudah datang menjemputku bersama teman kuliahku, Adi Purnomo. Aku pun pergi meninggalkan bandara untuk kembali pulang ke rumah [just a house not home]. […]

  3. […] broadway, yaitu memanfaatkan pakaian yang aku kenakan saat pernikahanku, yang saat ini aku simpan di sanctuary-ku, tapi karena aku terlalu malas untuk mengambil dan membawanya, dengan sengaja aku batalkan rencana […]

  4. […] yang sebenarnya semua itu didukung dan disukai oleh ibuku, diantaranya adalah keinginanku memiliki sebuah sanctuary yang berisi segala jendela untuk mengakses segala resource ilmu pengetahuan [dengan keleluasaanku bukan kekuasaanmu]. Hebatnya ibuku, ditengah kesibukan mempersiapkan […]

  5. […] keluar dari dunia yang berbeda sedang berusaha menyatukan dunianya. Pukul 00.00 mereka berkumpul di Straight Line Base Camp [secreetly] untuk membahas dan mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk memulai […]

  6. […] keluar dari dunia yang berbeda sedang berusaha menyatukan dunianya. Pukul 00.00 mereka berkumpul di Straight Line Base Camp [secreetly] untuk membahas dan mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk memulai […]

Leave a Reply