Room #202 Panatau Hotel Review

posted in: Scribble Words | 0

Titik Tolakku:
Setelah dua hari menginap di hotel Pasah Asi kamar #208, malam berikutnya aku dan istriku menginap di salah satu hotel di Bojonegoro. Kami pergi ke Bojonegoro bertujuan untuk mengunjungi salah satu teman kami yang kebetulan menyelenggarakan “Skateboarding Event” kecil-kecilan di “Bojonegoro SkatePark”. Setelah menikah, ini merupakan trip kami yang pertama ke luar Surabaya dan juga trip kami yang pertama berkaitan dengan “Skateboarding Business” kami. Dengan mengendarai sepeda motor, kami pergi ke Bojonegoro. Tiba di Bojonegoro kami langsung ditemui oleh teman kami untuk diantar ke salah satu hotel di Bojonegoro. Kebetulan waktu itu hari Sabtu dikhawatirkan banyak hotel di Bojonegoro sudah penuh terisi. Jadi harus segera mencari hotel agar kami bisa istirahat dan besok bisa menghadiri “Skateboarding Event” yang diselenggarakan oleh teman kami. Beruntung bagi kami waktu itu karena masih bisa mendapatkan kamar di hotel Panatau setelah beberapa kali mendatangi hotel lain dan tidak mendapatkan kamar.

Informasi Tentang Penginapan:
Hotel Panatau berada di daerah Jl. Veteran, Kec. Bojonegoro, Kab. Bojonegoro, silahkan dibuka di peta ini untuk lebih jelasnya. Datang ke hotel Panatau bisa dengan menggunakan angkutan umum karena hanya 150 meter dari terminal bus Rajekwesi, Bojonegoro yang merupakan terminal bus antar kota dan antar propinsi.

Hotel Panatau cukup besar dan memiliki halaman parkir yang luas mulai dari depan hingga ke bagian samping hotelnya. Bangunannya merupakan bangunan lama yang banyak mengalami pemugaran di sana sini. Aku dan istriku menyewa kamar #202 yang merupakan kamar tipe standart (single bed for 2 person) dengan harga Rp200.000 per malam.

Apa yang Aku Dapatkan:
Kamar #202 berukuran 4 kali 5 meter persegi ditambah dengan kamar mandi yang cukup luas, kurang lebih berukuran 3 kali 1 meter. Kamar mandi di dalam kamar #202 dilengkapi dengan toilet, shower, wastafel, cermin, air hangat, timba air, gayung air, sabun, shampoo, pasta gigi, sikat gigi dan gelas kumur. Pihak hotel bisa menyediakan handuk jika diminta tanpa biaya tambahan.

Tempat tidur di dalam kamar #202 hanya untuk dua orang dilengkapi dengan dua bantal dan selimut saja. Pihak hotel tidak menyediakan guling tapi pihak hotel bisa menyediakan selimut tambahan jika diminta tanpa biaya tambahan.

Di dalam kamar #202 disediakan satu lemari yang sedikit tersembunyi di pojok kamar, beberapa meja dan kursi yang semuanya terbuat dari bahan kayu. Satu cermin yang menempel di tembok tepat di depan tempat tidur dan sebuah televisi tabung dengan saluran lokal yang juga menempel di tembok tepat di depan tempat tidur.

Di atas meja di depan tempat tidur disediakan 4 gelas air mineral. Setiap hari disediakan sarapan mulai pukul 7 pagi sampai pukul 10 pagi yang bisa diantar ke kamar #202. Sedangkan untuk makanan dan minuman tambahan bisa di pesan ke pihak hotel dengan cara datang langsung ke lobby lalu pesanan akan diantar oleh pihak hotel ke kamar #202 dengan harga yang sudah ditentukan oleh pihak hotel.

Selain dilengkapi pendingin ruangan atau AC, kamar #202 juga dilengkapi lemari es kecil di samping meja di depan tempat tidur. Agar tidak membuang energi listrik, pihak hotel mematikan lemari es, aku dan istriku dipersilahkan menyalakan lemari es dengan cara menyambungkan kabelnya ke listrik kalau ingin menggunakan lemari es.

Penilaianku:
Aku dan istriku datang ke hotel Panatau sekitar pukul 9 malam, begitu masuk di lobby hotel kami disambut oleh resepsionis yang dengan segera melayani kami dan menjelaskan tentang fasilitas hotel yang disedikan untuk kami. Kami juga diantar ke kamar #202 yang akan kami tempati. Lokasi kamar #202 berada di lantai dua yang tepat berada di atas lobby hotel.

Sedikit nampak suram suasana di dalam hotel Panatau, ini mungkin faktor dari bangunan lama yang banyak mengalami pemugaran, lepas dari itu semua, di dalam hotel Panatau sebenarnya bersih dan nyaman. Lobby hotel selalu bersih dan rapih. Fasilitas yang disediakan di dalam kamar cukup bagus. Tempat tidurnya bersih dan nyaman. Selama semalam menginap di kamar #202 hotel Panatau, suasanya cukup tenang dan jauh dari bising meskipun berada di pinggir jalan propinsi dengan lalu lintas padat. Keamanan hotel selalu dijaga dengan baik. Di malam hari, setiap orang yang akan masuk hotel selalu ditanya oleh security hotel untuk mencegah adanya orang masuk hotel tanpa kepentingan jelas dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Pelayanan yang kurang ketika kami menginap di kamar #202 adalah kamar mandi yang sepertinya dibersihkan dengan terburu-buru sehingga masih meninggalkan beberapa sampah bekas tamu sebelumnya. Selain itu juga respon yang sedikit lambat ketika kami menanyakan tentang ketersediaan handuk untuk kami pakai, hal itu membuat kami harus dua kali menanyakan tentang ketersediaan handuk dan harus menunggu sedikit lama sampai akhirnya disediakan dua buah handuk bersih untuk kami pakai.

Apa yang Aku Suka:
Di kamar #202 aku dan istriku bisa mengisi ulang baterai smart phone kami dan power bank kami dengan leluasa karena hampir di setiap sisi ruangan tersedia yang namanya “Electrical Wall Outlet” atau biasa disebut “colokan listrik”, bahkan di dalam kamar mandi pun ada. Di lobby hotel juga menjual beberapa macam kebutuhan, seperti soft drink, tissue, rokok, korek, camilan, dll.

Foto dan Video Dokumentasi:

Informasi Tambahan:
Meskipun belum bisa dibuktikan secara ilmiah fakta sejarahnya, Bojonegoro adalah kota di Jawa Timur yang terkenal sebagai Bumi Angling Dharma yang dipercaya sebagai tempat dimana Prabu Angling Dharma pernah berkuasa. Tapi informasi yang penting menurut kami adalah sebuah SkatePark yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mendukung perkembangan Skateboarding di Bojonegoro, lokasinya hanya 1,5 km ke arah utara dari hotel Panatau, lokasinya tepat di belakang stadion Letjen. H. Soedirman Bojonegoro.

(Visited 536 times, 1 visits today)

Leave a Reply