Room #202 Arik’s HomeStay Review

posted in: Scribble Words | 1

Titik Tolakku:
Ini merupakan pertama kali aku dan istriku pergi ke pulau Bali sebagai pasangan suami istri. Kami ke pulau Bali tepatnya ke kota Gianyar untuk melihat langsung kondisi “Our Vehicle of Love Live and Label“. Kami juga manfaatkan moment ini untuk berlibur di daerah Ubud, Gianyar, warming up for our “Love Live and Label Honey Moon“. Di daerah Ubud, Gianyar kami menginap di Arik’s HomeStay. Penginapan ini merupakan rekomendasi teman kami, Mr. RocketBoy yang sudah lama tinggal di daerah Ubud, Gianyar.

Informasi Tentang Penginapan:
Lokasi Arik’s HomeStay ada di Jl. Jembawan No 6 Padang Tegal Kelod, Ubud, Gianyar, Bali, Indonesia 80571, lebih tepatnya bisa dilihat di peta ini. Lokasi Arik’s HomeStay ini sangat mudah dijangkau karena sangat dekat dari Jl. Raya Ubud, kurang dari 100 meter dan tidak susah untuk ditemukan karena di depan pintu masuk Arik’s HomeStay ada tanda nama berupa batu yang cukup besar.

Arik’s HomeStay ini merupakan penginapan yang menurutku dan menurut istriku lebih tepat jika disebut sebagai bungalow. Dari beberapa kamar yang disediakan dan ditawarkan ke kami, semua memberikan fasilitas layaknya bungalow. Mulai dari tata letaknya maupun garden view-nya. Kami menempati kamar #202 yang merupakan kamar dengan harga sewa paling murah, hanya Rp150.000 per malam, mereka menyebutnya dengan istilah “Budget Room”.

Apa yang Aku Dapatkan:
Kamar #202 memiliki teras yang cukup luas, kurang lebih 1,5 X 3 meter persegi dengan dilengkapi satu set meja dan kursi dari kayu, lalu ada sebuah jemuran untuk menjemur baju maupun handuk serta sebuah keranjang kecil sebagai tempat sampah yang diletakkan di pojok teras. Luas kamar #202 kurang lebih 3 X 3 meter persegi dengan sebuah tempat tidur untuk dua orang lengkap dengan 2 bantal dan 1 selimut. Lalu di atas tempat tidur ada sebuah kelambu (mosquito net) yang digantung di langit-langit bersebelahan dengan kipas angin yang bisa dipergunakan sewaktu-waktu. Di samping tempat tidur disediakan sebuah lemari yang cukup besar yang juga berfungsi sebagai meja dan di atas lemari tersebut telah disediakan dua botol air mineral untukku dan istriku.

Di dalam kamar #202 juga dilengkapi dengan sebuah kamar mandi lengkap dengan toilet, shower dan air hangat. Handuk disediakan sesuai permintaan kami tanpa biaya tambahan. Jadi kalau tidak minta handuk, maka tidak akan disediakan handuk. Di depan pintu kamar mandi ada sebuah wastafel yang cukup besar, yang menempel jadi satu dengan meja dan dinding, bentuknya sama seperti tempat cuci piring di dapur di rumah kami. Tepat di atas wastafel ada sebuah cermin yang menempel di dinding. Lalu di bawah wastafel disediakan sebuah keranjang kecil sebagai tempat sampah.

Meskipun harga sewa kamar tidak termasuk makan pagi, setiap pagi kami bisa mendapatkan minuman hangat sesuai permintaan kami, yaitu Kopi dan Teh tanpa biaya tambahan. Lalu kami juga bisa menikmati koneksi Internet setiap saat menggunakan fasilitas wi-fi yang telah disediakan.

Penilaianku:
Aku dan istriku mendatangi Arik’s HomeStay diantarkan oleh Mr. RocketBoy yang sudah kenal baik dengan pemilik Arik’s HomeStay. Pemiliknya sangat ramah menyambut kami ketika kami datang bersama Mr. RocketBoy. Pemiliknya memperbolehkan kami menawar harga sewa kamarnya, dari harga Rp200.000 menjadi hanya Rp150.000 per malam, benar-benar suatu keramahan yang cukup jarang terjadi ketika akan menginap di suatu penginapan. Pemiliknya juga sempat memberitahukan kepada kami, jika kami menginap lebih lama, harga sewanya bisa lebih murah lagi, sayangnya kami hanya menginap selama dua malam saja di kamar #202.

Menurut kami fasilitas yang disediakan di kamar #202 sangat bagus dan layanan yang kami dapat juga sangat baik. Kamarnya bersih, tempat tidurnya cukup nyaman untuk kami tempati berdua, kamar mandinya juga bersih dan airnya lancar. Seorang pelayan yang bekerja di Arik’s HomeStay selalu ramah kepada kami. Setiap pagi pelayan tersebut tidak pernah lupa mengantar minuman hangat yang kami minta berupa Teh dan Kopi. Koneksi Internet yang disediakan berupa wi-fi juga cukup lancar, existensi kami di dunia maya tetap berjalan lancar.

Dengan melihat harga sewanya dan kondisi lokasinya, kamar #202 Arik’s HomeStay ini benar-benar hampir tidak ada kekurangannya. Tapi akan lebih sempurna lagi jika di kamar mandi disediakan juga perlengkapan mandi seperti sabun, shampo, pasta gigi, sikat gigi, dll. Lalu handuk yang disediakan untuk tamu ada baiknya jika disediakan langsung di dalam kamar tanpa harus meminta terlebih dahulu.

Apa yang Aku Suka:
Hal yang paling aku dan istriku suka adalah lokasinya yang sangat dekat dengan Jl. Raya Ubud. Di malam hari suasananya juga sangat tenang, istirahat malam kami jadi tidak terganggu. Di pagi hari udaranya sangat segar karena di bagian belakang Arik’s HomeStay ini ada sebuah sungai yang disekelilingnya banyak tumbuh pohon rindang.

Foto dan Video Dokumentasi:

Informasi Tambahan:
Tidak jauh dari penginapan, di pinggir Jl. Raya Ubud, tepat di depan gang masuk Jl. Jembawan, setiap malam ada warung yang menjual nasi bungkus yang menurutku harganya cukup murah dan enak rasanya. Nasinya dibungkus daun pisang dan lauk pauknya dijual terpisah. Cocok sebagai menu makan malam untukku dan istriku, yaitu dengan budget minimal tapi tidak sampai mengurangi kualitasnya.

(Visited 147 times, 1 visits today)

One Response

  1. […] warming up for our “Love Live and Lable Honey Moon“. Di daerah Ubud, Gianyar kami menginap di Arik’s HomeStay. Penginapan ini merupakan rekomendasi teman kami, Mr. RocketBoy yang sudah lama tinggal di daerah […]

Leave a Reply