PAHAMK Pergi ke Pantai Sanggar Saja

posted in: Fiction Stories | 0

Jika tanggal 14 Februari dinyatakan sebagai hari kasih sayang oleh kebanyakan orang, bagiku dan istriku, 14 Februari juga sebagai hari kasih sayang. Sama saja dengan kebanyakan orang, karena menjadi sama itu tidak jadi soal selama disekitar kita semua pada berlomba untuk berbeda. Hingga pada akhirnya menjadi berbeda itu adalah dengan menjadi sama, #BingungTOH?!? #PodhoPakWoo!!!

Kami sebenarnya hanya ingin berbagi tentang jalan-jalan kami mengunjungi pantai Sanggar di Tulungagung, Jawa Timur. Sengaja kami tidak merayakan hari kasih sayang pada tanggal 14 Februari 2015, tapi kami pergi ke Tulungagung untuk mengunjungi pantai Sanggar ini. Menurut kami pantai ini benar-benar “sangar” keindahannya sehingga membuat kami dengan senang hati berbagi tentang pantai Sanggar ini melalui website kami, www.AFIETADI.web.id. Silahkan disebarkan kalau memang bermanfaat dan silahkan disebarkan kalau tidak bermanfaat, mudah-mudahan dengan begitu banyak pengunjung website kami yang mau memberikan komentar berupa kritik dan saran untuk kami, sehingga kedepannya jadi benar-benar ada perbaikan dan bermanfaat. #UdahJanganDiPikir #SebarinAjaDemiKami!!!

2.welcome.to.the..sanggar.beach.tulungagung
welcome.to.the.sanggar.beach.tulungagung

Okay, let’s go, kami telah packing semua perbekalan kami, anak tangga, jendela, pintu dan lain sebagainya untuk berangkat menuju Tulungagung dengan mengendarai sepeda motor andalan kami, Honda Supra tahun 2000, kondisi standart belum mengalami modifikasi sama sekali hanya sekedar jarang diservice saja. Kami berangkat dari Surabaya sekitar pukul 3 sore lalu berteduh di kota Jombang karena hujan turun ketika hari sudah mulai gelap. Tengah malam lebih satu jam, sudah bukan hari kasih sayang lagi, kami melanjutkan perjalanan menuju Tulungagung hingga tiba pada pukul 3 pagi tanggal 15 Februari 2015. Kami langsung mencari penginapan dan beristirahat hingga hari sudah siang.

Tanggal 15 Februari 2015 pukul 1 siang kami berangkat menuju pantai Sanggar. Kami memilih rute jalur alternatif untuk menuju pantai Sanggar dengan niat sedikit berpetualang layaknya seorang off road-er atau motor cross-er yang menerobos melintas hutan belantara menembus membuka jalan baru. Apalah daya dan upaya kami, kami hanya sepasang manusia biasa tanpa rajin olahraga dan hanya mengendarai Honda Supra tahun 2000, kami pun kembali ke jalan yang benar menuju pantai Sanggar setelah merasa puas (dalam hati sebenarnya sudah #kapok) melintasi jalur alternatif temuan kami.

Kami tiba di desa terakhir sebelum pantai Sanggar, kami lupa nama desanya. Di sini kami diminta memberikan sumbangan dengan memasukkannya ke dalam sebuah kotak yang sudah disediakan. Sumbangan ini nantinya akan dikumpulkan dan digunakan sebagai dana pembangunan jalan setapak dari desa menuju pantai Sanggar. Jalan setapak menuju pantai Sanggar hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dan kalau dilalui dengan sepeda motor, hanya cukup untuk satu sepeda motor saja, ketika berpapasan sesama sepeda motor, salah satunya harus berhenti dulu untuk mengalah memberikan jalan kepada sepeda motor yang lain untuk melintasinya. Kami melalui jalan setapak menuju pantai Sanggar ini dengan mengendarai sepeda motor kami, Honda Supra tahun 2000, meskipun pada awalnya sempat ragu dan sempat berniat berjalan kaki menuju pantai Sanggar.

Sedikit dokumentasi perjalanan kami melalui jalan setapak menuju pantai Sanggar dengan mengendarai sepeda motor kami, Honda Supra tahun 2000.

 

Setelah satu jam lebih kami melenggak-lenggok di sepanjang jalan setapak menuju pantai Sanggar, kami akhirnya tiba di pantai Sanggar tepat pukul 3 sore. Kami langsung beristirahat di warung yang ada di pantai Sanggar untuk kemudian berjalan-jalan kaki menikmati pemandangan penuh keindahan yang disajikan oleh pantai Sanggar.

Silahkan diintip keindahan pemandangan di pantai Sanggar melalui beberapa foto kami berikut ini. Maaf kalau foto-foto kami kurang indah, memang keindahan yang diciptakan Tuhan tidak bisa dikalahkan dengan keindahan ciptaan kami berupa foto-foto ini.

 

 

(Visited 239 times, 1 visits today)

Leave a Reply