Makan Jika Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang

posted in: Fiction Stories | 2

PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Keempat): Makan Jika Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang

Selamat datang di pulau Penang! Salah satu pulau di negara bagian Penang, Malaysia. Pulau yang menjadi tempat tujuan wisata ke dua di Malaysia setelah Kuala Lumpur. Di pulau ini kami tiba pada malam hari dan turun di terminal bus Sungai Nibong, Penang, Malaysia. Ibu kami sudah berpesan sebelumnya, kami disuruh naik taksi untuk mengantarkan kami dari terminal bus ke rumah Ibu di Jelutong, Penang, Malaysia. Banyak taksi di terminal Sungai Nibong yang masih beroperasi hingga malam hari. Semua taksi sebenarnya memakai argo tapi hampir semua sopir taksi tidak mau memakai argo, mereka lebih senang tawar menawar dengan calon penumpangnya. Kami sengaja memakai jasa taksi liar, biar sekalian benar-benar tanpa argo, kami sudah tahu pasti kemana tujuan kami, jadi kami menawar taksinya dengan sadis sesuai arahan dari Ibu kami. Kami tiba di rumah ibu sekitar pukul 12 malam. Kami membangunkan teman ibu yang tinggal satu rumah dengan Ibu agar membukakan pintu untuk kami. Saat kami tiba di rumah Ibu, Ibu sedang tidak di rumah, Ibu sedang bekerja seperti hari-hari biasanya. Ibu kami kerja setiap hari dari pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore. Lalu dilanjutkan lagi pukul 7 sore sampai pukul 5 pagi. Libur hanya pada hari Minggu pukul 7 pagi sampai pukul 5 sore.

Perjalanan “Love Live and Label Honey Moon” kami ini dimulai di awal bulan Juni 2015. Kami menghabiskan sisa bulan Juni 2015 ini di rumah Ibu, di pulau Penang, Malaysia untuk beristirahat. Kami akan melanjutkan perjalanan ke Thailand di awal bulan Juli 2015 kemudian kami akan kembali lagi ke rumah Ibu, di pulau Penang, Malaysia dan menghabiskan sisa bulan Juli 2015 di rumah Ibu di pulau Penang, Malaysia untuk merayakan Lebaran bersama Ibu.

So in 21 June 2015 we celebrate our Go Skateboarding Day in Penang island, Malaysia. But this year we not celebrate Go Skateboarding Day like last year. We just go visiting Youth Park skate park in Penang island, Malaysia, cruising the concrete wave in the skate park for an hour with some local skateboarders and not doing skateboarding parade on the street. Youth Park skate park have many big obstacle, very big concrete wave, people said Youth Park skate park is International Standard skate park. But the local skateboarder, the old school skateboarder said, “this park actually for agressive inline skate and can’t be used for skateboarding”.

Setelah merayakan Go Skateboarding Day 2015, tidak banyak yang kami lakukan di sini selama lebih dari dua minggu. Kami lebih sering tinggal di rumah Ibu dan melakukan pekerjaan rumah layaknya penghuni rumah lainnya di sekitar rumah Ibu. Seakan-akan kami ini traveller dengan perut yang kosong, perut yang lapar sehingga membuat kami terlalu lelah untuk terus bergerak dan berjalan-jalan keliling pulau Penang, Malaysia. Padahal, sebenarnya, kenyataannya, faktanya dan realitanya, perut kami tidak kosong karena setiap hari selalu ada makanan di rumah Ibu. Tidak hanya kami, tapi Ibu dan temannya Ibu yang tinggal serumah dengan Ibu sering membeli dan memasak makanan di rumah Ibu. Ibu juga sangat sering menyuruh kami untuk makan semua makanan yang ada di rumah Ibu. Hal ini membuat perut kami selalu kenyang, bahkan lebih sering perut kami kekenyangan dan membuat kami menjadi malas untuk beranjak dari rumah Ibu. Membuat kami malas untuk pergi jalan-jalan berkeliling pulau Penang, Malaysia dan lebih senang untuk tinggal di rumah Ibu. Lambat kami sadari tapi akhirnya kami sadari juga bahwa kami harus “makan jika lapar dan berhenti sebelum kenyang”. Di akhir Juni 2015 kami tidak malas lagi untuk beranjak dari rumah Ibu karena kami selalu “makan jika lapar dan berhenti sebelum kenyang”. Kami pergi berkeliling pulau Penang, Malaysia dan mendatangi beberapa tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. Salah tiganya adalah Kota Tua GeorgeTown yang penuh nostalgia, Kek Lok Sie temple yang begitu menawan dan Penang Hill yang sangat romantis di malam hari.

Kami merasa cukup senang sudah bisa mengendalikan rasa malas kami dan kami juga sudah cukup siap untuk melanjutkan perjalanan kami berikutnya ke Thailand sebagai puncak dari “Love Live and Label Honey Moon” kami ini.

PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 1.
PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 2.
PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 3.
PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 4.
PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5.
PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 6.

(Visited 178 times, 1 visits today)

2 Responses

  1. […] PAHAMK’s Love Live and Lable Honey Moon (Bagian Keempat): Makan Jika Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang. […]

  2. […] Bagian Keempat: Makan Jika Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang […]

Leave a Reply