Legenda Singa yang Dijuluki Singa-Ngapur

posted in: Fiction Stories | 3

PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kedua): Legenda Singa yang Dijuluki Singa-Ngapur.

Kami tiba di Singapura tepat setelah Matahari tenggelam di arah Barat setelah 3 jam terbang dan dihibur dengan pemandangan puncak-puncak gunung, gumpalan awan, lautan dengan barisan pulaunya dan indahnya Matahari sore diselimuti awan. Segera kami bergegas menuju stasiun MRT di bandara Changi Singapura setelah mengambil bagasi kami. MRT (kereta tanpa api) membawa kami langsung menuju Little India, Singapura karena penginapan kami ada di daerah itu. Begitu kami keluar dari stasiun MRT yang berada di bawah tanah, kami disambut dengan gemerlap lampu dari berbagai bangunan gedung, lampu penerangan jalan dan kendaraan yang berlalu lalang melintasi jalanan. Kami berjalan kaki menuju penginapan di Jalan Besar, Singapura. Kami menginap di Central 65 Hostel, penginapan murah untuk para pengembara dengan tas punggungnya. Kami menginap di sini hanya semalam, kami tidak bisa menambah hari lagi karena penginapan sudah penuh diisi oleh penonton Sea Games yang kebetulan sedang berlangsung di Singapura.

37.the.merlion.park.in.singapore
the.merlion.park.in.singapore
Tanggal 12 Juni 2015 kami pindah penginapan di daerah yang sama, di Jalan Besar, Singapura. Di penginapan ini, The Trey Hostel, kami habiskan waktu hanya untuk beristirahat dan tidak pergi ke mana-mana hingga malam hari kami baru keluar penginapan dan pergi jalan-jalan berkeliling Little India, Singapura. Bertemu dan berkenalan dengan orang-orang yang sedang liburan di Singapura, duduk dan bercakap-cakap dengan mereka, serta berbagi pengalaman tentang Singapura. Tidak terasa kami kembali lagi di penginapan sudah hampir pagi, membuat kami harus segera tidur karena paginya kami akan pergi jalan-jalan ke beberapa tempat di Singapura.

Hari ini tanggal 13 Juni 2015, kami pergi dengan MRT menuju ke sebuah taman dimana di situ terletak sebuah patung Merlion, patung Singa berwarna putih yang menjadi simbol negara Singapura. Di taman ini banyak sekali pengunjung yang berfoto dengan latar belakang patung Merlion. Kami juga melakukan hal itu. Kami juga sempat bercakap-cakap dengan beberapa pengunjung dan bercerita tentang kunjungan mereka. Beberapa ada yang dari Indonesia, beberapa lagi entah dari negara mana, di sini apa negaranya bukan jadi soal, yang jadi soal adalah bagaimana caranya agar bisa mengambil foto dengan patung Merlion.

Kami sendiri tidak mengetahui bagaimana cerita dibalik patung Merlion ini, si Singa putih yang menjadi sebuah simbol dari negara Singapura dan begitu terkenal hingga membuat semua pengunjung ingin mengambil foto dengannya. Tapi kami punya cerita sendiri tentang Singa Merlion, cerita yang kami pikirkan secara mendalam, cerita yang sebenarnya mungkin terbangun oleh pengaruh dari perjalanan kami di Singapura, bertemunya kami dengan berbagai hal dan orang-orang baru. Mungkin hanya sebuah cerita rekayasa tapi kami berharap cerita sepele ini mampu memberikan inspirasi, sebuah pencerahan akan hidup yang harus dijalani masing-masing orang tanpa harus malu menyadari apa jati diri yang sebenarnya…

“Konon pernah dikisahkan ada seekor Singa bernama Merlion yang memiliki keinginan untuk selalu tampil berbeda dengan Singa lainnya. Hal ini membuat si Merlion nekat untuk menceburkan dirinya ke dalam kubangan air kapur. Air kapur yang membasahi tubuh si Merlion membuatnya menjadi berwarna putih dan tampil berbeda dengan Singa lainnya di sekitarnya, bahkan di seluruh dunia. Penampilan si Merlion yang berwarna putih ini membuatnya dijuluki sebagai Singa-Ngapur yang berarti seekor Singa yang berwarna putih karena terbungkus kapur yang semakin hari semakin mengering dan mengeras. Hingga pada akhirnya si Merlion menjadi sebuah patung Singa berwarna putih dan dijadikan sebagai simbol dari negara Singapura hingga sekarang.”

Sedikit pesan yang bisa diambil dari cerita di atas adalah:
Singa Merlion terlahir sama seperti Singa lainnya, keberaniannya untuk tampil berbeda dengan melakukan sebuah upaya dan pengorbanan serta komitmennya dia untuk tetap pada kondisi berbeda pada akhirnya menuai hasil yang luar biasa. Hingga sekarang banyak orang mendambakan dirinya meskipun hanya dengan sekedar berfoto dengan patung Singa Merlion. #omongSENGbelaka.

Malam terakhir di Singapura kami habiskan di penginapan setelah seharian pergi jalan-jalan dan merenungi cerita tentang Singa Merlion, simbol negara Singapura. Pagi harinya pada tanggal 14 Juni 2015, Singapura diguyur hujan gerimis hingga siang hari, mungkin Tuhan sengaja menurunkan hujan untuk menambah suasana syahdu karena mungkin semua orang sedang menangis terharu mendengarkan cerita Singa Merlion yang penuh dengan inspirasi dan pencerahan.

Pukul 12 siang kami check out dari penginapan dan pergi menuju terminal bus Queen Street, Singapura untuk pergi ke Johor Bahru, Malaysia. Rencananya kami naik bis Causeway Link dari terminal Queen Street, Singapura menuju terminal Larkin Johor Bahru, Malaysia dengan tarif SG$6,6 untuk dua orang. Lalu setelah melintasi perbatasan negara, di Woodlands Checkpoint, Singapura dan di Johor Bahru Checkpoint, Malaysia, kami turun dari bis dan tidak melanjutkan sampai terminal Larkin Johor Bahru, Malaysia, kami akan langsung berjalan kaki menuju JB Sentral Johor Bahru, Malaysia untuk membeli tiket kereta api Senandung Sutera 24 tujuan Kuala Lumpur, Malaysia.

*Kami ucapkan selamat tinggal kepada semua orang di Singapura, semoga cerita Singa Merlion versi kami bisa benar-benar memberikan inspirasi dan pencerahan dalam menjalani hidup dengan jati diri yang sebenarnya. #ajeGILEEE!!!

Bagian Ketiga: Tidak Ada yang Istimewa di Kuala Lumpur, Malaysia

(Visited 375 times, 1 visits today)

3 Responses

  1. […] WIB: Munir berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju Amsterdam. Dari Jakarta kemudian transit di Bandara Changi, Singapura. Ia menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 974 jenis pesawat […]

  2. […] PAHAMK’s Love Live and Lable Honey Moon (Bagian Kedua): Legenda Singa yang Dijuluki Singa-Ngapur. […]

  3. […] Bagian Kedua: Legenda Singa yang Dijuluki Sebagai Singa-Ngapur […]

Leave a Reply