Kami Membawa MataKota ke Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

posted in: Fiction Stories | 0

Bertiga dengan Founder dan CEO NATEK Studio, aku pergi membawa MataKota mengunjungi propinsi Kepulauan Bangka Belitung selama tiga hari, 2 – 4 Mei 2017. Tujuan kami bertiga adalah bertemu dan mengenalkan MataKota kepada Bpk. Erzaldi Rosman Djohan, Bupati Bangka Tengah [petahana], beliau adalah Gubernur terpilih propinsi Bangka Belitung periode 2017 – 2022 yang pelantikkannya dilangsungkan pada tanggal 12 Mei 2017. Kami berharap aplikasi MataKota digunakan di propinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik oleh warganya maupun pemerintahannya untuk mewujudkan smart city yang dibangun dengan mengintegrasikan smart citizen atau smart people dan smart government yang sudah ada.

Berikut ini adalah jurnalku atau catatanku selama tiga hari mengunjungi propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Aku berangkat ke bandara Juanda, Surabaya pukul 04:00 diantar oleh teman kuliahku, Adi Purnomo, tidak ketinggalan anak dan istriku juga ikut mengantarkanku. Pagi itu hari Selasa, tanggal 2 Mei 2017. Founder dan CEO NATEK Studio ternyata sudah berada di bandara saat aku masih setengah perjalanan menuju bandara. Di warung Bebek Goreng Harissa, mereka berdua menungguku bersama seorang teman dari Malang Voice, yang biasa kami panggil PakDhe Rizal. Pukul 06:10 pagi, kami berempat memasuki gate 6 untuk boarding dalam pesawat Sriwijaya Air, nomor penerbangan SJ269 tujuan Jakarta [penerbangan kami tidak langsung dari Surabaya ke Pangkalpinang, tapi transit dulu di Jakarta].

Take off pesawat berjalan lancar dan kami landing juga dengan lancar di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Kami transit selama hampir dua jam di bandara Soekarno Hatta. Kami habiskan waktu kami dengan duduk dan minum kopi di warung Indocafe yang tidak menjual rokok [aku beli rokoknya di toko Keris Gallery Department Store]. Selama transit ini kami banyak diskusi dengan PakDhe Rizal tentang media digital di Indonesia saat ini. Transit selama hampir dua jam langsung ludes dan tidak terasa lama karena serunya diskusi kami. Pukul 09:10 kami berempat memasuki gate F5 untuk boarding dalam pesawat Sriwijaya Air, nomor penerbangan SJ072 tujuan Pangkalpinang.

Pukul 10:30 kami landing di bandara Depati Amir, Pangkalpinang. Udara panas dan kering menyambut kami berempat ketika kami keluar dari dalam pesawat. Terus terang udaranya lebih panas dari pada di Surabaya dan Malang. Sesuai dengan rencana, di bandara Depati Amir kami bertemu dengan teman kami yang lain, yaitu Pak Gede dari Bali dan Mr. Arie dari Malaysia [katanya], mereka berdua yang memberikan kesempatan pada kami untuk bertemu dan mengenalkan MataKota kepada Bpk. Erzaldi Rosman Djohan.

Beberapa mobil menjemput kami berenam di bandara Depati Amir dan langsung mengantar kami makan siang di warung Ayam Jabrik. Di sini kami bertemu dengan pengusaha dan investor pribumi yang punya visi sama dengan kami, yaitu membangun propinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjadi lebih maju dan berkembang. Salah satu programnya adalah memanfaatkan perkembangan teknologi digital saat ini untuk membangun smart city di propinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan melakukan integrasi smart citizen atau smart people dan smart government.

Setelah selesai makan siang, pukul 13:00 kami diantar menuju ke Soll Marina hotel untuk check in. Di lobby hotel kami berenam diskusi tentang perubahan jadwal kunjungan kami karena Mr. Arie mengajak kami bertemu salah satu pengusaha dan investor pribumi. Seharusnya kami istirahat siang, tapi harus ditiadakan dan pergi ke pantai Tikus Emas.

Setelah check in, sekitar pukul 14:00, kami berangkat menuju pantai Tikus Emas. Perjalanan dari hotel ke pantai Tikus Emas kami tempuh kurang lebih selama satu jam. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan iring-iringan pelajar SMA yang sedang merayakan kelulusan mereka. Hampir semua pelajar yang kami temui mengenakan seragam sekolah yang sudah dicorat-coret dengan berbagai warna, mungkin mereka ingin masa depannya cerah seperti pelangi yang warna-warni.

Kami tiba di pantai Tikus Emas sekitar pukul 15:30 dan kami disambut oleh Bpk. Candra dan istrinya [maaf kalau keliru]. Kami diajak diskusi bersama dengan beberapa pribumi lainnya membahas tentang pembangunan propinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama pembangunan tempat-tempat wisata di pulau Bangka. Sekitar pukul 16:30 kami berenam pamit untuk kembali ke hotel, tapi di perjalanan kembali ke hotel kami singgah sejenak di Padepokan Puri Tri Agung dan jembatan Emas Pangkalpinang untuk mengambil beberapa stok gambar [foto dan video].

Sebenarnya banyak hal yang ingin aku explore dari tempat-tempat yang kami singgahi, tapi karena padatnya jadwal yang tidak begitu rapih, aku hanya bisa exploring seadanya saja. Mungkin dikunjungan berikutnya, aku bisa mengambil gambar, meninggalkan jejak dan membunuh waktu lebih baik lagi dengan leluasa tanpa terkendala jadwal yang padat [pesan ini untuk Mr. Gari].

Sekitar pukul 18:00 kami tiba di hotel dan kami buru-buru mempersiapkan diri untuk menghadiri makan malam bersama Bpk. Erzaldi Rosman Djohan. Di sini kami bertemu dengan Kak Seto yang juga diberi kesempatan oleh Pak Gede dan Mr. Arie untuk bertemu dengan Bpk. Erzaldi Rosman Djohan berkaitan dengan kampanye mereka tentang perlindungan anak yang temanya sahabat anak. Tepat pukul 19:00 mobil dinas dari kantor Bupati Bangka Tengah telah datang menjemput kami di hotel dan mengantar kami ke Warung Seafood Gale Gale yang lokasinya sangat dekat dengan hotel. Beberapa saat setelah kami memasuki rumah makan tersebut, Bpk. Erzaldi Rosman Djohan datang bersama istrinya, Ibu Melati Erzaldi. Kami pun berjabat tangan dan saling mengenalkan diri.

Di meja makan, kami diajak berdiskusi yang dimulai dengan membahas rencana pembangunan dan pengembangan propinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi tempat tujuan wisata ternama di Indonesia, terutama di pulau Bangka. Sangat banyak informasi tentang Kepulauan Bangka Belitung yang aku dengar tapi tidak bisa aku tuliskan semuanya di sini. Beberapa diantaranya adalah perlunya memanfaatkan teknologi digital untuk membangun dan mengembangkan propinsi Kepulauan Bangka Belitung, banyaknya lahan bekas tambang timah di pulau Bangka yang butuh dikelola, lalu banyak juga lahan milik pribumi dengan berbagai keindahan alamnya yang juga butuh dikelola, serta banyaknya pembangunan infrastruktur yang perlu segera direalisasikan.

Mendengar itu semua dan secara spontan [uhuy], tim NATEK Studio memutuskan untuk mengenalkan MataKota kepada Bpk. Erzaldi Rosman Djohan saat itu juga [di meja makan]. Menggunakan konsep smart city yang dibangun dengan mengintegrasikan smart citizen atau smart people dan smart government di propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bpk. Erzaldi Rosman Djohan setuju untuk menggunakan MataKota dan meminta segera dilakukan implementasinya setelah beliau dilantik pada tanggal 12 Mei 2017. Mengenalkan MataKota saat makan malam sebenarnya diluar rencana, sebenarnya di hari kedua kunjungan, kami baru akan mengenalkan MataKota. [spontan memang uhuy] Tidak hanya Bpk. Erzaldi Rosman Djohan, tapi Ibu Melati Erzaldi, Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Kak Seto, beberapa pengusaha dan investor pribumi yang hadir juga setuju dengan pemanfaatan MataKota untuk pembangunan dan pengembangan propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Suasana makan malam bersama ini semakin lahap dan seru dengan penjelasan Ibu Melati Erzaldi tentang makanan khas Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi hidangan makan malam bersama ini. Keseruan puncaknya terjadi ketika Bpk. Erzaldi Rosman Djohan bercerita tentang salah satu warga Bangka Tengah yang menderita bibir sumbing dan dibiayai operasinya oleh Bpk. Erzaldi Rosman Djohan. Aku pribadi yang berada dalam suasana seru ini merasa seakan-akan kami dari NATEK Studio sudah kenal baik dan berteman cukup lama dengan Bpk. Erzaldi Rosman Djohan.

Sekitar pukul 21:30 semua yang hadir saling pamit dan meninggalkan Warung Seafood Gale Gale. Kami berenam tidak langsung kembali ke hotel tapi kami pergi ke warung kopi Tung Tau. Kami duduk dan minum sejenak di warung kopi ini sebelum kami kembali ke hotel pukul 11:30.

Di hari kedua kunjungan kami, yaitu tanggal 3 Mei 2017, pukul 07:30 setelah makan pagi di hotel, kami diajak duduk dan minum kopi di warung kopi Tung Tau oleh Bpk. Erzaldi Rosman Djohan. Duduk dan minum kopi di warung kopi Tung Tau sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari bagi Bpk. Erzaldi Rosman Djohan sebelum mulai melakukan tugas-tugasnya sebagai Bupati Bangka Tengah. Dari sini kami berkunjung ke rumah Bpk. Erzaldi Rosman Djohan untuk menghadiri kegiatan Sosialisasi Kemitraan Dalam Pendidikan Anak yang menghadirkan Ketua Umum LPAI, yaitu Kak Seto. Sebelumnya MataKota sudah bekerjasama dengan LPAI karena MataKota ingin membantu mensukseskan program perlindungan anak di Indonesia khususnya di propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pukul 10:00 Bpk. Erzaldi Rosman Djohan mengajak kami mengunjungi danau Kaolin Air Bara atau kolong Biru [bahasa pribumi] atau Blue Lake [bahasa asing]. Perjalanan ke kolong Biru kami tempuh selama satu jam. Ketika tiba di kolong Biru, kami ramai-ramai menikmati es kelapa muda sambil mengambil beberapa stok gambar sebagai dokumentasi. Bpk. Erzaldi Rosman Djohan mengatakan bahwa dengan adanya MataKota, pemerintah propinsi semakin bersemangat untuk mengembangkan pariwisata dan ingin menunjukkan kepada kami betapa besarnya potensi wisata di pulau Bangka, salah satunya adalah kolong Biru. Terus terang, menurutku kolong Biru sangat indah dan wajib dikunjungi ketika sedang berwisata di pulau Bangka.

Sekitar pukul 11:30 kami meninggalkan kolong Biru untuk makan siang di warung Pagi Sore. Di sini kami makan siang bersama Bpk. Erzaldi Rosman Djohan, Ibu Melati Erzaldi, beberapa pejabat, pengusaha dan investor pribumi. Kesempatan ini kami gunakan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kunjungan ke pantai Tanjung Gunung.

Setelah selesai makan siang, sekitar pukul 14:00 kami pergi mengunjungi pantai Tanjung Gunung. Lokasinya cukup dekat dengan Soll Marina hotel. Ketika tiba di pantai Tanjung Gunung, kami dikenalkan dengan Pak Johan, beliau adalah pemilik lahan dimana lokasi pantai Tanjung Gunung berada. Pak Johan mengajak kami duduk di sebuah gubuk kecil di tepi pantai. Di sini kami banyak berdiskusi tentang pembangunan dan pengembangan lahan yang dimilik oleh Pak Johan serta pemanfaatan teknologi yang ada dalam MataKota. Keinginan terbesar Pak Johan adalah menjadikan pantai Tanjung Gunung ini sebagai salah satu objek wisata yang bisa mendatangkan banyak wisatawan dan menjadikan pulau Bangka sebagai tujuan wisata ternama di Indonesia.

 

Diskusi kami di tepi pantai ini juga memberikan kesempatan pada kami untuk lebih mengenal Bpk. Erzaldi Rosman Djohan sebagai seorang teman yang sejujurnya baru kami kenal. Hingga akhirnya sekitar pukul 17:00 kami pamit dan kembali ke hotel. Kami istirahat sejenak di hotel lalu bersiap-siap untuk pergi makan malam bersama di warung Umah Ubi Atok Kulop. Setelah makan malam kami kembali ke hotel dan duduk santai di tepi kolam sambil diskusi hingga larut malam.

Kalau di hari kedua aku bangun pagi-pagi untuk bersiap-siap karena banyak rencana penting dengan Bpk. Erzaldi Rosman Djohan, di hari ketiga ini, tanggal 4 Mei 2017, aku dan CEO NATEK Studio, Erick Karya sengaja bangun agak siang karena hari ketiga ini tidak ada rencana dengan Bpk. Erzaldi Rosman Djohan. Founder NATEK Studio, Tony Susanto juga telah menginformasikan bahwa Bpk. Erzaldi Rosman Djohan pada pagi hari tanggal 4 Mei 2017 pergi ke Jakarta untuk persiapan pelantikannya.

Sekitar pukul 10:00 kami baru selesai makan pagi lalu kami check out dari hotel dan menuju ke rumah Bpk. Erzaldi Rosman Djohan untuk bertemu dengan Ibu Melati Erzaldi, Kak Seto dan beberapa orang lainnya. Dari sini kami pergi belanja oleh-oleh khas Kepulauan Bangka Belitung di toko Otak Otak Ase yang lokasinya sangat dekat dengan rumah Bpk. Erzaldi Rosman Dhohan. Setelah belanja oleh-oleh kami saling pamit karena kami kembali ke Surabaya pukul 15:30 dan kebetulan juga Ibu Melati Erzaldi pergi ke Yogyakarta pukul 12:00 bersama Kak Seto [maaf kalau keliru].

Sekitar pukul 12:00 kami pergi makan siang di warung Pagi Sore [beda lokasi dengan yang kemarin]. Setelah makan siang kami diantar ke bandara Depati Amir. Penerbangan kami masih beberapa jam lagi, yaitu pukul 14:25 [delay dua jam, jadi pukul 16:25], jadi kami duduk dan minum di bandara sampai tiba waktunya untuk boarding ke dalam pesawat dengan nomor penerbangan SJ075 tujuan Jakarta.

Ketika berangkat dari Surabaya ke Pangkalpinang kami berempat, yaitu Tony Susanto, Erick Karya, Mamak Kurniawan dan PakDhe Rizal. Karena penerbangan dari Pangkalpinang ke Surabaya transit dulu di Jakarta, dari Pangkalpinang ke Jakarta kami satu pesawat dengan Pak Gede, Mr. Arie, Ibu Zacharia [pengusaha pribumi] dan Bpk. Mayo [pengusaha pribumi] yang kebetulan pergi ke Jakarta.

Kami berempat tiba di bandara Soekarno Hatta, Jakarta pukul 17:45 dan segera boarding ke dalam pesawat dengan nomor penerbangan SJ256 tujuan Surabaya. Kami tiba di bandara Juanda, Surabaya pukul 20:30. Sebelum kami pergi meninggalkan bandara, kami menunggu jemputan kami masing-masing sambil duduk dan minum di warung LA Cafe.

Beberapa saat kemudian, anak dan istriku sudah datang menjemputku bersama teman kuliahku, Adi Purnomo. Aku pun pergi meninggalkan bandara untuk kembali pulang ke rumah [just a house not home].

Berikut ini adalah peta kunjungan kami yang menurutku itu adalah petualangan garis lurus atau straight line adventure;

Silahkan download aplikasi MataKota di Google Play Store dan bantu kami mewujudkan smart city yang dibangun dengan mengintegrasikan smart citizen atau smart people dan smart government.

MATAKOTA.ID
CONNECT – CONTRIBUTE – CARE

(Visited 59 times, 1 visits today)

Leave a Reply