Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 1

posted in: Fiction Stories | 11

PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 1

Tanggal 4 Juli 2015:

Pukul 6 pagi (GMT +8) persiapan berangkat ke pulau Phuket, Thailand.
Aktualnya persiapan dilakukan lebih awal karena kami harus memasak sedikit makanan untuk bekal kami selama perjalanan. Kami membawa sendiri bekal makanan karena harga tiket dari agen travel yang mengantarkan kami ke pulau Phuket, Thailand tidak termasuk makan siang dan makan malam. Kami memasak sedikit nasi, lauk dan minuman untuk bekal kami. Kami selesai memasak pukul 7 pagi dan setelah selesai melakukan persiapan, sekitar pukul 7.30 pagi kami jalan kaki menuju Old Town White Coffee di jalan Perak, Jelutong, pulau Penang, Malaysia.

Pukul 6.30 pagi (GMT +8) membeli obat sakit urat di jalan Perak, Jelutong, pulau Penang, Malaysia.
Aktualnya kami tidak jadi membeli obat sakit urat karena Ibu kami sudah membelikannya dan memberikannya kepada kami sebelum kami berangkat dari rumah Ibu di Jelutong. Obat ini sebenarnya hanya untuk persediaan, berjaga-jaga jika kami membutuhkannya selama di perjalanan.

Pukul 7 pagi (GMT +8) standby di Old Town White Coffee di jalan Perak, Jelutong, pulau Penang, Malaysia.
Aktualnya kami tiba di Old Town White Coffee sudah hampir pukul 8 pagi. Kami duduk di Old Town White Coffee dan menunggu mobil Mini Van dari agen travel menjemput kami. Pukul 8.15 pagi kami mulai khawatir karena sopir mobil Mini Van dari agen travel belum menghubungi kami. Ketika kami membeli tiket dari agen travel yang kami temukan di terminal bus di Komtar, GeorgeTown, pulau Penang, pihak dari agen travel hanya memberikan informasi bahwa mobil yang digunakan selama perjalanan ke pulau Phuket adalah mobil Mini Van, lalu kami akan dijemput di jalan Perak pukul 8.15 pagi menggunakan mobil Mini Van tersebut dan pada hari keberangkatan, sopir mobil Mini Van tersebut akan menghubungi kami sebelum menjemput kami. Kami semakin khawatir ketika sopir mobil Mini Van dari agen travel belum juga menghubungi kami hingga pukul 8.45 pagi. Akhirnya kami yang menghubungi pihak dari agen travel ini untuk menanyakan tentang penjemputan kami, kami pun hanya diminta untuk menunggu dengan santai karena kami pasti dihubungi oleh sopir mobil Mini Van dari agen travel.

Pukul 8 pagi (GMT +8) berangkat menuju pulau Phuket, Thailand.
Aktualnya kami dihubungi oleh sopir mobil Mini Van pukul 9 pagi dan 5 menit kemudian mobil Mini Van tersebut sudah datang menjemput kami di halte bus yang berada di depan Old Town White Coffee. Kami langsung berangkat menuju pulau Phuket tanpa terlalu lama berhenti karena mobil Mini Van yang menjemput kami sudah datang terlambat, kurang lebih 1 jam lamanya membuat kami menunggu di Old Town White Coffee. Di dalam mobil Mini Van ini kami mendapatkan tempat duduk di belakang dan tempat duduk kami kurang nyaman. Dari informasi yang kami dapatkan di Internet, memang kurang nyaman tempat duduk di dalam mobil Mini Van yang digunakan oleh agen travel dari pulau Penang ke pulau Phuket. Informasi di Internet lainnya juga menyebutkan bahwa rata-rata sopirnya juga kurang nyaman dalam mengemudikan mobil Mini Van tersebut. Kami sendiri sudah tidak heran lagi mengenai hal itu, sebuah transport antar kota, antar propinsi, antar pulau dan antar negara tarifnya hanya 80 Ringgit (kurang lebih Rp300.000,-), #onokREGOonokRUPO.

1.sadao.check.point.in.thailand
sadao.check.point.in.thailand

Pukul 10 pagi (GMT +8) berhenti di perbatasan negara Malaysia – Thailand.
Aktualnya pukul 11 siang kami tiba dan berhenti di perbatasan Malaysia – Thailand. Kami melakukan check point dua kali, di Bukit Kayu Hitam check point, Malaysia dan di Sadao checkpoint, Thailand. Melihat situasi dan kondisi imigrasi di Sadao check point membuat kami sempat bingung dan ragu dengan pihak imigrasi Thailand. Kami menjadi merasa takut tidak bisa memasuki negara Thailand, tapi semua kebingungan dan keraguan itu berhasil dihilangkan ketika kami menyapa petugas imigrasi dengan senyum ramah kami lalu petugas imigrasi tersebut dengan baik menjelaskan beberapa hal kepada kami hingga akhirnya kami pun dengan lancar mendapatkan stempel visa di passport kami dari pihak imigrasi Thailand. #SapaSenyumSelalu memang sangat mujarab ketika menghadapi birokrasi dengan situasi dan kondisi yang tidak perlu kami jelaskan karena semua pasti sudah paham dengan hal itu. #ahahahaha!!!

Pukul 12 siang (GMT +7) berhenti di Hat Yai, Thailand untuk ganti mobil.
Aktualnya kami tiba dan berhenti di kantor agen travel di Hat Yai, Thailand untuk ganti mobil Mini Van pada pukul 12.30 siang. Entah kenapa, ternyata kami harus ganti mobil Mini Van sebanyak dua kali di Hat Yai untuk melanjutkan perjalanan menuju pulau Phuket. Tapi hal itu membuat kami tidak duduk di belakang lagi, kami mendapatkan tempat duduk di belakang sopir yang membuat kami merasa lebih nyaman. Selama perjalanan menuju pulau Phuket dari Hat Yai, mobil Mini Van yang kami tumpangi sangat sering berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang layaknya angkutan umum dalam kota. Hal itu dilakukan oleh sopir mobil Mini Van tersebut untuk mendapatkan penumpang tambahan dengan memanfaatkan kursi yang kosong di dalam mobil Mini Van tersebut, sedikit kurang nyaman menurut kami, tapi sekali lagi kami tidak heran akan hal itu, #onokREGOonokRUPO lahhh!!! Selain itu, sopir tersebut selalu membatasi waktu hanya 20 menit saja ketika mobil Mini Van-nya berhenti untuk istirahat, makan dan/atau mampir ke toilet umum. Hal itu membuat para penumpang mobil Mini Van jadi buru-buru untuk menyelesaikan makan dan urusan ke toiletnya, bahkan membuat penumpang menjadi enggan untuk turun dari mobil Mini Van ketika berhenti.

Pukul 2 siang (GMT +7) makan siang di perjalanan.
Aktualnya selama perjalanan dari Hat Yai ke pulau Phuket, bekal makan siang yang kami bawa tidak kami makan karena mobil Mini Van dari agen travel terlalu sempit dan penuh penumpang yang membuat kami tidak leluasa untuk makan diperjalanan. Mobil Mini Van-nya berhenti juga tidak terlalu lama, paling lama hanya 20 menit saja. Dari pada harus terburu-buru makan dan bisa mengakibatkan perut kami “suduk’en”, kami hanya menyempatkan makan makanan kecil yang kami bawa ketika mobil Mini Van-nya berhenti.

Pukul 5 sore (GMT +7) tiba di pulau Phuket, Thailand.
Aktualnya kami tiba di terminal bus Phuket di Phuket town, pulau Phuket pukul 8.30 malam. Mobil Mini Van yang kami tumpangi mungkin terlalu sering berhenti sehingga kami tiba terlambat dari jadwal. Keterlambatan ini membuat kami kemalaman di terminal bus Phuket.

Pukul 5.30 sore (GMT +7) menukarkan uang Ringgit jadi Bath di Phuket town, pulau Phuket, Thailand.
Aktualnya kami tidak bisa menukarkan uang Ringgit jadi Bath di terminal bus Phuket karena money changer sudah tutup semua. Selain itu, selama perjalanan menuju pulau Phuket, kami juga tidak menjumpai satu pun money changer ketika sedang berhenti untuk ganti mobil, istirahat, makan maupun mampir ke toilet. Kami berharap semoga ketika tiba di Pa Tong beach, pulau Phuket, kami bisa menemukan money changer dan bisa menukarkan uang Ringgit menjadi Bath.

Pukul 6 sore (GMT +7) naik bis ke Pa Tong beach, pulau Phuket, Thailand.
Aktualnya di terminal bus Phuket kami tidak mendapatkan bus ke Pa Tong beach karena sudah terlalu malam, bus ke Pa Tong beach dari terminal bus Phuket terakhir beroperasi jam 6 sore. Jadi kami gentayangan di terminal bus Phuket untuk mencari alternatif cara menuju ke Pa Tong beach. Hingga akhirnya kami menemukan sebuah agen travel di terminal bus Phuket dan melakukan sedikit improvisasi pada rencana perjalanan kami ini. Kemudian kami diantar dari terminal bus Phuket menuju ke penginapan di Pa Tong beach menggunakan mobil Mini Van dari agen travel tersebut.

Pukul 8 malam (GMT +7) tiba di penginapan di Pa Tong beach, pulau Phuket, Thailand.
Aktualnya kami tiba di Pa Tong beach, yaitu tiba di the Clan GuestHouse pada pukul 10.30 malam. Kami langsung di sambut oleh pengelola guesthouse dengan ramah. Mereka ternyata orang Italia yang bermukim di Pa Tong beach. Hal yang menyenangkan bagi kami adalah adanya pasangan Turki – Indonesia yang menginap di the Clan GuestHouse. Kami sempat berkenalan dan berbincang-bincang sebentar dengan pasangan tersebut di lobby sebelum kami di antarkan ke kamar kami, kamar #18.

Pukul 9 malam (GMT +7) makan malam di Pa Tong beach, pulau Phuket, Thailand.
Aktualnya kami tidak beli makan malam di Pa Tong beach, hingga pukul 11.30 malam kami hanya menghabiskan bekal makanan yang kami bawa dari pulau Penang. Ini semata-mata hanya untuk menghemat pengeluaran kami selama perjalanan ini.

2.patong.beach.neon.sign.in.bangla.road.thailand
patong.beach.neon.sign.in.bangla.road.thailand

Pukul 10 malam (GMT +7) jalan-jalan di Pa Tong beach, pulau Phuket, Thailand sambil mencari paketan tour kepulauan Phi Phi, Thailand. Cari paketan tour kepulauan Phi Phi, Thailand yang bisa berangkat dari pulau Phuket, Thailand dan setelah tour selesai diantar ke pulau Lanta Yai, Thailand.
Aktualnya kami kembali ke lobby the Clan GuestHouse pada pukul 12 malam (tanggal 5 Juli 2015) dan kami berbincang-bincang lagi dengan pasangan Turki – Indonesia. Pasangan ini bernama Mr. Bruno dan Mrs. Eka. Pasangan ini mengajak kami jalan kaki berkeliling Pa Tong beach dan mengakhiri jalan-jalan kami di Bangla road, Pa Tong beach. Bangla road merupakan pusat hiburan malam di Pa Tong beach, tempatnya segala bentuk hiburan malam yang menuntut kedewasaan, #akakakakakaks!!! Setelah kami puas dengan apa yang disuguhkan di Bangla road, pukul 3 pagi (tanggal 5 Juli 2015) kami langsung jalan kaki kembali ke the Clan GuestHouse. Kami tidak mencari paketan tour kepulauan Phi Phi, Thailand. Ketika kami gentayangan di terminal bus Phuket, kami sudah mendapatkan paketan tour kepulauan Phi Phi yang berangkat dari pulau Phuket dan setelah tour selesai diantar ke pulau Lanta Yai, Thailand. Meskipun tidak dengan uang Bath, paketan tour tersebut telah kami bayar lunas dengan uang Ringgit kami. Tapi paketan tour kepulauan Phi Phi yang sudah kami dapatkan mengharuskan kami menginap semalam di kepulauan Phi Phi. Itu artinya rencana perjalanan kami yang seharusnya tanggal 5 Juli 2015 kami menginap di pulau Lanta Yai berubah menjadi menginap di kepulauan Phi Phi. Kami mundurkan jadwal kami menginap di pulau Lanta Yai menjadi tanggal 6 Juli 2015.

Rincian biaya (maksimal 2000 Bath) adalah 160 Ringgit (1450 Bath) untuk biaya travel dari pulau Penang ke pulau Phuket, $$$ Bath untuk beli obat sakit urat, $$$ Bath untuk ticket bus dari terminal bus Phuket ke Pa Tong beach, 220 Bath untuk bayar penginapan di Pa Tong beach, $$$ Bath untuk makan malam di Pa Tong beach, $$$ Bath untuk beli air minum, 100 Bath untuk beli rokok dan $$$ Bath untuk transport jalan-jalan di Pa Tong beach.
Aktualnya kami menghabiskan 5890 Bath, rinciannya adalah 160 Ringgit (1344 Bath) untuk biaya travel dari pulau Penang ke pulau Phuket, 12 Ringgit (101 Bath) untuk beli rokok di Old Town White Coffee, 2 Ringgit (17 Bath) untuk bayar biaya stempel imigrasi ke sopir Mini Van dari agent travel, 476,2 Ringgit (4000 Bath) untuk bayar paketan tour kepulauan Phi Phi, 220 Bath untuk bayar penginapan di Pa Tong beach dan 100 Bath untuk beli rokok di Pa Tong beach.

 

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 2

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 3

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 4

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 6

Bagian Keenam: Merayakan Idul Fitri Bersama Ibu

(Visited 136 times, 1 visits today)

11 Responses

  1. […] jauh atau penuh dengan tantangan dan tidak harus dengan melakukan hal-hal yang luar biasa. Kadang bepergian atau traveling ke tempat yang dekat dengan keseharian kita dengan melakukan hal-hal sederhana saja bisa sangat […]

  2. […] jauh atau penuh dengan tantangan dan tidak harus dengan melakukan hal-hal yang luar biasa. Kadang bepergian atau traveling ke tempat yang dekat dengan keseharian kita dengan melakukan hal-hal sederhana saja bisa sangat […]

  3. […] jauh atau penuh dengan tantangan dan tidak harus dengan melakukan hal-hal yang luar biasa. Kadang bepergian atau traveling ke tempat yang dekat dengan keseharian kita dengan melakukan hal-hal sederhana saja bisa sangat […]

  4. […] jauh atau penuh dengan tantangan dan tidak harus dengan melakukan hal-hal yang luar biasa. Kadang bepergian atau traveling ke tempat yang dekat dengan keseharian kita dengan melakukan hal-hal sederhana saja bisa sangat […]

Leave a Reply