Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5

posted in: Fiction Stories | 7

PAHAMK’s Love Live and Label Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5

Tanggal 8 Juli 2015:

Pukul 8 pagi (GMT +8) makan pagi di pulau Langkawi, Malaysia.
Aktualnya pukul 7 pagi kami bangun lalu bersiap-siap pergi ke Sunrise beach. Sebelum berangkat ke Sunrise beach kami sempatkan untuk menikmati kopi instan bekal kami. Sekitar pukul 8 pagi kami berdua mulai jalan kaki menuju Sunrise beach. Dari Family Song bungalow sekitar 10 menit berjalan kaki melewati Walking street untuk mencapai Sunrise beach. Rencananya kami akan berenang sambil snorkeling melihat keindahan terumbu karang dalam laut di sekitar Sunrise beach. Saat kami tiba, kondisi angin dan ombak laut yang besar di Sunrise beach tidak mendukung untuk melakukan snorkeling. Kami pun hanya berjalan dan menikmati Matahari pagi di Sunrise beach. Setelah puas menikmati Matahari pagi di Sunrise beach, sekitar pukul 10 pagi kami pergi untuk makan pagi di OMG sport bar. Kami memesan Tuna sandwich dan Continental breakfast. OMG sport bar terkenal agak murah harganya untuk semua menu yang ditawarkan dan menurut kami, menu yang kami pesan juga lumayan enak dan cukup membuat kami kenyang.

Pukul 9 pagi (GMT +8) check out dari penginapan di pulau Langkawi, Malaysia.
Aktualnya pukul 11 pagi kami baru beranjak pergi dari OMG sport bar dan berjalan kaki menuju Family Song bungalow sambil mencari penginapan untuk malam kedua di pulau Lipe. Karena kami tidak mendapatkan penginapan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan Family Song bungalow, kami putuskan untuk tetap menginap di Family Song bungalow untuk malam kedua di pulau Lipe. Karena kami asik berbicara, tidak terasa kami sudah berjalan kaki di Pattaya beach dan bertemu dengan pasangan Hungaria – Thailand, Mr. Csaba dan Mrs. Natan yang sedang mencari lokasi untuk snorkeling di Pattaya beach. Pasangan ini mengalami nasib yang sama dengan kami, tidak bisa berenang dan melakukan snorkeling di Pattaya beach karena angin dan ombak yang besar. Kami mengajak mereka bergabung bersama kami untuk menyewa perahu ekor panjang agar bisa mengantarkan kami berempat mencari lokasi snorkeling di laut sekitar pulau Lipe yang kondisi angin dan ombak lautnya tidak besar. Kami sepakat dengan hal itu dan bertemu lagi pukul 2 siang di Pattaya beach, tepatnya di depan Akira resort karena cukup dekat dengan lokasi penginapan kami.

Pukul 10 pagi (GMT +8) menuju ke pulau Penang, Malaysia lewat laut.
Aktualnya sekitar pukul 12.30 siang kami tiba di Family Song bungalow. Di lobby kami berkenalan dengan Marco, pengelola Family Song bungalow. Kami bilang kepada Marco bahwa kami menambah satu malam lagi menginap di Family Song bungalow. Lalu kami masuk ke bungalow kami untuk packing ulang perlengkapan snorkeling kami. Setelah selesai packing perlengkapan snorkeling, kami habiskan waktu dengan duduk santai di lobby Family Song bungalow. Kami berbagi cerita dengan Marco. Marco berasal dari Italia. Marco sudah 7 tahun tinggal di pulau Lipe. Marco cukup lancar berbicara menggunakan bahasa Thailand. Marco banyak berbagi cerita kepada kami tentang penduduk lokal pulau Lipe dan keadaan mereka selama ini. Marco juga menjelaskan sedikit tentang sejarah penduduk lokal pulau Lipe. Marco juga menunjukkan video dokumenter yang diproduksi beberapa tahun lalu oleh temannya dari Belanda. Berdasarkan cerita Marco, penduduk lokal pulau Lipe adalah “Orang Laut” atau “Sea Gypsies” yang berasal dari wilayah Sumatera tepatnya Aceh. “Orang Laut” ini menyebar di kepulauan di selat Malaka dan di laut Andaman. Leluhur mereka beragama islam tapi sekarang sudah bercampur dengan kepercayaan Dinamisme dan Animisme, semacam di pulau Jawa, Indonesia biasa disebut dengan kepercayaan “Kejawen”. Berbagi cerita dengan Marco sangat menarik sehingga waktu menjadi cepat berlalu hingga pukul 1.30 siang kami akhiri perbincangan kami dengan Marco. Kami pun langsung berjalan kaki dari Family Song bungalow menuju ke Pattaya beach.

Pukul 12 siang (GMT +8) makan siang.
Aktualnya di Pattaya beach kami tidak hanya duduk di depan Akira resort untuk menunggu teman baru kami, pasangan Hungaria – Thailand. Sambil menunggu, kami menikmati Pattaya beach dan bermain air laut ditemani guyuran ombak laut Pattaya beach. Sekitar pukul 2 lebih Mr. Csaba datang dan bergegas mengajak kami ke Walking street karena Mrs. Natan sudah menunggu di Walking street. Setelah kami berempat berkumpul di Walking street, kami membayar sewa perahu ekor panjang yang akan mengantar kami ke lokasi snorkeling di laut di sekitar pulau Lipe. Kami menyewa perahu ekor panjang melalui salah satu agen travel yang ada di Walking street. Harga sewa perahu ekor panjang hanya 1500 Bath tapi bisa kami tawar menjadi 1400 Bath. Kami membayar hanya 700 Bath dan sisanya 700 Bath lagi dibayar oleh pasangan Hungaria – Thailand. Kami lalu pergi ke Sunrise beach untuk menunggu perahu ekor panjang menjemput kami. Sekitar pukul 3 lebih kami sudah berada di atas perahu ekor panjang menuju ke pulau Adang, salah satu pulau besar di dekat pulau Lipe yang memiliki lokasi terbaik untuk snorkeling, pastinya kondisi angin dan ombak lautnya tidak besar. Kami tidak tahu nama spot snorkeling ini, tapi kami sangat puas dengan keindahan terumbu karang dan berbagai jenis ikan dalam laut yang kami jumpai selama snorkeling di lokasi ini. Moment terbaik adalah ketika kami berenang sambil snorkeling menikmati keindahan terumbu karang dalam laut, beberapa kali segerombolan ikan kecil-kecil secara beramai-rami melompat di atas punggung kami. Lalu kami juga sempat merasakan sensasi perbedaan suhu air laut, di suatu area dalam laut di mana kami berenang sambil snorkeling, kami merasakan suhu air laut meningkat beberapa derajat sehingga terasa hangat lalu tiba-tiba suhu air laut tersebut turun drastis hingga menjadi terasa sangat dingin, bahkan membuat kami menggigil. Semua itu merupakan pengalaman baru yang mungkin hanya bisa kami alami sekali seumur hidup. Setelah puas berenang dan snorkeling, kami pergi ke sebuah air terjun di pulau Adang, air terjun yang kami juga tidak tahu namanya tapi cukup menarik untuk disinggahi. Air terjun ini tidak terlalu besar, airnya turun lumayan deras dari atas bukit melewati bebatuan terjal hingga mencapai laut. Ketika perahu ekor panjang yang kami tumpangi mendarat di pantai di kaki air terjun ini, kami bergegas turun dari perahu lalu mencoba meminum air yang berasal dari air terjun tersebut. Airnya yang tawar kami rasakan sangat segar. Lalu kami memanjat ke atas melalui bebatuan yang dilalui air terjun tersebut hingga kami menemukan sebuah kolam air alami bentukan aliran air terjun tesebut. Setelah puas mengambil gambar foto dan video, kami turun kembali ke pantai dan naik perahu ekor panjang untuk kembali ke pulau Lipe.

Pukul 5 sore (GMT +8) tiba di pulau Penang, Malaysia.
Aktualnya kami meminta bapak pemilik perahu ekor panjang yang kami sewa untuk menurunkan kami langsung di Pattaya beach karena kalau kami diturunkan di Sunrise beach tempat kami dijemput, kami perlu berjalan kaki lagi untuk kembali ke penginapan kami di Pattaya beach. Kami tiba di Pattaya beach pukul 6.30 sore dan kami berpisah dengan teman kami, Mr. Csaba dan Mrs. Natan. Kami akan bertemu lagi dengan Mr. Csaba dan Mrs. Natan nanti ketika makan malam pukul 9 malam di Elephant Coffee House and Bar. Kami tiba di Family Song bungalow sekitar pukul 7 sore. Setelah mandi kami istirahat sambil menunggu waktu untuk makan malam pada pukul 9 malam di Elephant Coffee House and Bar bersama Mr. Csaba dan Mrs. Natan.

Pukul 8 malam (GMT +8) tiba di rumah Ibu di pulau Penang, Malaysia.
Aktualnya kami sedikit terlambat datang di Elephant Coffee House and Bar, kurang lebih pukul 9.15 malam kami baru tiba di Elephant Coffee House and Bar. Mr. Csaba dan Mrs. Natan sudah menunggu kami. Kami langsung duduk satu meja dengan Mr. Csaba dan Mrs. Natan lalu kami memesan makan malam. Sambil menikmati makan malam, kami banyak bertukar cerita dengan Mr. Csaba dan Mrs. Natan. Kami sangat menikmati malam terakhir kami di pulau Lipe karena di Elephant Coffee House and Bar kami dihibur dengan Acoustic Live Music. Bagi kami ini sangat menyenangkan, mengakhiri puncak perjalanan kami dengan cara seperti ini, selain kami sangat puas dan senang selama di pulau Lipe, Acoustic Live Music yang disuguhkan di Elephant Coffee House and Bar menjadi seperti sebuah perpisahan bagi kami dengan semua petualangan yang kami alami di pulau Lipe, membuat kami semangat untuk menyambut pagi ketika kami harus pergi meninggalkan pulau Lipe. Setelah teman kami, pasangan Hungaria – Thailand pamit untuk kembali ke penginapan dan berpisah dengan kami, sekitar pukul 10 malam ada satu keluarga yang datang ke Elephant Coffee House and Bar dan duduk di sebelah meja kami. Kami berkenalan dengan keluarga ini karena kebetulan anak perempuan dari keluarga ini adalah alumni Universitas Gaja Mada, Yogyakarta, Indonesia. Keluarga ini berasal dari pulau Penang, Malaysia. Keluarga ini sangat senang berjumpa dengan kami, orang Jawa, Indonesia yang menurut mereka orang Jawa itu ramah dengan orang lain. Malam ini juga merupakan malam terakhir mereka di pulau Lipe sebelum kembali ke pulau Penang, sama seperti kami. Jadi malam ini kami lanjutkan bersama satu keluarga dari pulau Penang untuk menikmati malam terakhir kami di pulau Lipe. Sekitar pukul 12 malam kami putuskan untuk kembali ke penginapan dan kami tidak lupa untuk berpamitan dengan semua yang ada di Elephant Coffee House and Bar. Kami sudah siap untuk melakukan perjalanan pulang kembali ke pulau Penang besok pagi.

Rincian biaya (maksimal 1000 Bath) adalah $$$ Bath untuk beli makan pagi, $$$ Bath untuk bayar tiket transport ke pulau Penang, $$$ Bath untuk beli makan siang, $$$ Bath untuk beli air minum, $$$ Bath untuk beli rokok dan $$$ Bath untuk transport ke rumah Ibu.
Aktualnya kami menghabiskan 1615 Bath, rinciannya adalah 115 Bath untuk beli rokok dan biscuit, 240 Bath untuk beli makan pagi di OMG Sport Bar, 700 Bath untuk bayar sewa perahu ekor panjang, 90 Bath untuk beli rokok dan 470 Bath untuk beli makan malam.

 

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 1

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 2

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 3

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 4

Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 6

Bagian Keenam: Merayakan Idul Fitri Bersama Ibu

(Visited 130 times, 1 visits today)

7 Responses

  1. […] Thailand (an Itinerary) – Day 4. PAHAMK’s Love Live and Lable Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5. PAHAMK’s Love Live and Lable Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an […]

  2. […] Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5 […]

  3. […] Thailand (an Itinerary) – Day 4. PAHAMK’s Love Live and Lable Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5. PAHAMK’s Love Live and Lable Honey Moon (Bagian Kelima): Island Hopping in Southern Thailand (an […]

  4. […] Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5 […]

  5. […] Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5 […]

  6. […] Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5 […]

  7. […] Bagian Kelima: Island Hopping in Southern Thailand (an Itinerary) – Day 5 […]

Leave a Reply